Jakarta, AktualNews -Dalam rangkaian memperingati Hari Perempuan Internasional, perwakilan Pemerintah Kanada menyelenggarakan speed menthoring Internasional Women's Day di Jakarata, pada Rabu (04/03).
Acara ini menghadirkan kelompok mentor yang dinilai luar biasa dan beragam, dengan pengalaman luas serta kisah inspiratif dalam menghadapi berbagai tantangan karier, dihadiri oleh, H.E. Ambra Dickie, Ambassador of Canada to ASEAN.
H.E. Prinat Aprinat, Ambassador of Thailand to ASEAN, Dwi Murray, Chief Executive Officer, PT. Jawa Satu Power, Dr. Kanchana Wanichkorn, Director of Sectoral Development, ASEAN Secretariat, Lastiana Yuliandari, Founder and Director, Aliet Green Colonel Ratih Pusparini, Senior Staff Officer for Development Studies at the National Resilience Institute of the Republic of Indonesia (Lemhanas).
BACA JUGA:Rutan Pondok Bambu Tidak Hargai Pembantu Kunjungan Perempuan
Sarah Houghton, Political Counsellor, Canadian Mission to ASEAN, Shinta Kamdani, Chairwoman of Indonesian Employers’ Association (APINDO), Ulziisuren Jamsran, UN Women Representative for Indonesia and Liaison for ASEAN, Zornia Harisantoso, Chief Brand Officer, Femina.
Kehadiran para mentor ini diharapkan dapat menjadi teladan, sekaligus sumber pembelajaran bagi para peserta.
Hari Perempuan Internasional menjadi momentum penting untuk merayakan capaian yang telah diraih, sekaligus merefleksikan berbagai tantangan yang masih ada. Baik di Indonesia, Kanada, maupun di seluruh dunia, kesetaraan gender sepenuhnya masih belum tercapai.
Di Kanada, misalnya, pemerintah federal saat ini menerapkan komposisi kabinet yang setara, yakni 50 persen perempuan dan 50 persen laki-laki. Namun di parlemen nasional, keterwakilan perempuan baru mencapai sekitar 30 persen. Hal ini menunjukkan masih adanya tantangan sistemik yang perlu diatasi.
Dalam sektor korporasi, kemajuan juga terus terlihat meskipun posisi eksekutif dan dewan direksi masih didominasi laki-laki. Setiap tahun, semakin banyak perempuan yang menembus posisi kepemimpinan di perusahaan-perusahaan besar Kanada, sebuah perkembangan yang membanggakan.
Sebagai bagian dari kebijakan luar negerinya, Kanada menjadikan promosi kesetaraan gender sebagai prioritas utama. Melalui berbagai program kerja sama dengan pemerintah Indonesia dan organisasi masyarakat sipil, Kanada mendukung berbagai isu strategis, mulai dari hak kesehatan reproduksi, penghapusan perkawinan anak, pencegahan mutilasi genital perempuan, hingga penanganan kekerasan berbasis gender.
Dukungan juga diberikan pada peningkatan kesehatan perempuan, termasuk pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil dan bayi pada masa awal kehidupan. Selain itu, Kanada turut mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi.
Upaya penguatan peran perempuan di tingkat komunitas juga menjadi fokus, agar perempuan dapat menyuarakan perspektifnya dalam forum desa maupun komunitas, sekaligus memahami dan memperjuangkan hak-haknya.
Dalam berbagai kunjungan ke sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Sulawesi hingga Jawa, pertemuan dengan perempuan-perempuan yang berjuang membangun masa depan lebih baik bagi anak-anak mereka menjadi pengalaman yang paling menginspirasi.
“Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup, yang membedakan adalah bagaimana kita bertahan dan bangkit melewatinya.