Sukabumi, AktualNews -Beberapa penggerebekan polisi baru-baru ini yang mengungkap ribuan butir obat keras ilegal tersebut. Penyalahgunaannya sering dikaitkan dengan upaya melarikan diri dari stres.
Bukti spesifik di Sukabumi lebih menyoroti penangkapan pengedar daripada survei motif pengguna. Kasus Terkini di SukabumiPolres Sukabumi Kota baru saja membongkar jaringan peredaran Tramadol pada Januari 2026, menyita hingga 2.390 butir obat beserta Hexymer dari pemuda berusia 19 tahun di Cisaat dan Cibeureum.
Kasus serupa terjadi pada 17 Januari 2026, dengan pengamanan 1.800 butir Tramadol dari dua pelaku di Cibadak dan Caringin. Penjualan bebas masih dilaporkan hingga Februari 2026, menunjukkan masalah yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Kepala Puskesmas Kilasah Klarifikasi Soal Pemberian Obat Kadaluarsa Kepada Pasien
Motif Penyalahgunaan
Penelitian menunjukkan motif umum penyalahgunaan Tramadol meliputi pencarian euforia, relaksasi, hilangkan lelah fisik-psikologis, dan kurangi stres dari masalah keluarga atau kerja.
Di wilayah Jawa Barat seperti Karawang, kasus kecanduan massal terjadi, tapi di Sukabumi fokus polisi pada dampak buruk bagi generasi muda tanpa data survei stres spesifik.
Pengguna sering menggunakannya sebagai "domping" untuk pengakuan sosial atau interaksi kelompok. Risiko KesehatanTramadol, obat penghilang nyeri yang disalahgunakan, berisiko overdosis, ketergantungan, depresi pernapasan, serta gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.
Penyalahgunaan jangka panjang merusak sistem saraf dan bisa fatal jika dikombinasikan dengan alkohol atau obat lain.
Tidak ada pabrik produksi Tramadol ilegal yang terungkap di Sukabumi, Jawa Barat, berdasarkan laporan terkini. Kasus di wilayah tersebut lebih banyak melibatkan pengedaran dari luar daerah melalui pengedar lokal, seperti di Cibadak, Cisaat, dan Cibeureum, dengan obat didapat dari pemasok eksternal.
Sumber Tramadol di Sukabumi
Pengedar seperti MDF (23) di Cibadak dan RPP (19) di Cisaat mengaku mendapat pasokan dari luar Sukabumi, disimpan di rumah kontrakan atau ruko sebelum dijual.
Total sitaan mencapai ribuan butir, tapi asal produksi tidak disebutkan secara spesifik. Pabrik di Wilayah LainPabrik Tramadol ilegal pernah digerebek di Cibinong, Bogor (produksi 20-30 ribu butir/hari sejak 2021) dan Tangerang, yang berdekatan dengan Jawa Barat.
Di Tasikmalaya (Jabar), pabrik memproduksi >1 juta butir/bulan, menunjukkan potensi rantai pasok regional.