Sejarah Tembakau di Indonesia, Dari Tanaman Asing hingga Komoditas Ekonomi Penting

Selasa 17-02-2026,14:18 WIB
Reporter : UG DANI
Editor : Admin

Jakarta, AktualNews- Tembakau bukanlah tanaman asli Indonesia, namun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan ekonomi negara selama berabad-abad. Perjalanan tembakau mulai dari kedatangannya dari Amerika hingga menjadi salah satu komoditas ekspor utama, menyimpan berbagai babak perjuangan dan perkembangan yang menarik.

Awal Kedatangan Tembakau ke Tanah Air

Asal-usul kedatangan tembakau di Indonesia masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, dengan beberapa versi yang beredar:

- Versi Perjalanan Belanda: Catatan resmi menunjukkan bahwa pelaut Cornelis de Houtman membawa tembakau ketika berlabuh di Banten pada tahun 1596. Sekitar satu dekade kemudian, tanaman ini telah menjadi komoditas yang dikenal luas di wilayah tersebut.

- Kontribusi Portugis/Spanyol: Beberapa pendapat menyatakan bahwa tembakau telah masuk lebih awal, yaitu pada abad ke-16 melalui bangsa Portugis yang menjajah sebagian wilayah Indonesia, atau oleh bangsa Spanyol antara tahun 1521-1529.

- Cerita Rakyat Lokal: Di daerah seperti lereng Gunung Sumbing-Sindoro-Prau dan Pulau Madura, terdapat legenda lokal yang mengaitkan asal-usul tembakau dengan tokoh masyarakat setempat, meskipun tidak dapat diverifikasi secara akademis.

 BACA JUGA:Abah Bako, Dua Puluh Tahun Geluti Tembakau Linting

Masa Kolonial Belanda: Tembakau Sebagai Alat Ekspropriasi

Pada masa penjajahan Belanda, tembakau menjadi salah satu komoditas utama yang dipergunakan untuk mengisi kas kerajaan Belanda.

- Sistem Tanam Paksa: Tahun 1830 menjadi titik balik dengan diterapkannya cultuurstelsel (sistem tanam paksa) di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Setiap desa diwajibkan mengalokasikan sekitar 20% lahan pertanian untuk menanam komoditas ekspor, dan tembakau termasuk di antaranya. Daerah penghasil utama pada masa ini adalah Rembang, Surabaya, Madiun, Kediri, Blitar, dan kawasan Priangan.

- Perkembangan Perkebunan di Sumatra: Di Sumatra Timur, perkebunan tembakau mulai berkembang pesat setelah kedatangan pengusaha Belanda Jacob Nienhuis pada tahun 1865. Ia berhasil memasarkan tembakau Deli berkualitas tinggi ke pasar Eropa dan kemudian mendirikan perusahaan Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) yang menjadi penggerak utama industri tembakau di wilayah tersebut.

 

Era Kemerdekaan: Tembakau Sebagai Tulang Punggung Ekonomi

Setelah Indonesia merdeka, tembakau tetap memegang peran penting dalam struktur ekonomi negara.

- Kontribusi Ekonomi: Sektor industri hasil tembakau tidak hanya menyerap jutaan tenaga kerja, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara melalui cukai. Pada tahun 2024 saja, kontribusi cukai hasil tembakau mencapai Rp 216 triliun, sementara ekspor produk hasil tembakau berkisar antara USD 1,7 hingga USD 1,85 miliar, menjadikan Indonesia salah satu eksportir terbesar di dunia.

Tags :
Kategori :

Terkait