Koes Bersaudara, Kisah di Balik Nama yang Menjadi Ikon Musik Tanah Air

Senin 16-02-2026,14:15 WIB
Reporter : UG DANI
Editor : John KS

Koes Bersaudara,  Legenda Musik Indonesia yang Menoreh Jejak Tak Terlupakan

 

Jakarta, AktualNews- Siapa yang tidak kenal dengan nama Koes Bersaudara? Grup musik legendaris yang berasal dari tanah Tuban ini bukan hanya sekadar grup musik, melainkan ikon perjalanan musik populer Indonesia yang telah menginspirasi generasi demi generasi. Dibentuk pada tahun 1958 oleh lima anak lelaki pasangan R. Koeswoyo yaitu John, Tonny, Nomo, Yon, dan Yok Koeswoyo, mereka membawa angin segar dalam dunia musik tanah air.

Dari Koes Bros hingga "The Beatles-nya Indonesia"

Pada awal berdirinya, mereka menggunakan nama Koes Bros, terinspirasi dari grup musik terkenal Everly Brothers. Di era 1960-an, mereka sukses mencuri perhatian publik dengan menjadi pelopor genre musik rock 'n' roll di Indonesia. Prestasi dan popularitas mereka bahkan membuat mereka dijuluki sebagai "The Beatles-nya Indonesia" bukti besar akan pengaruh mereka pada masa itu.

BACA JUGA:Sejarah Singkat Dibalik Penjara Koes Bersaudara dan Rencana Bung Karno

Babak Sulit yang Menjadi Titik Balik

Perjalanan mereka tak selalu mulus. Pada tahun 1965, Koes Bersaudara harus menghadapi masa tersulit ketika mereka dipenjara oleh rezim Orde Lama. Alasannya? Musik rock 'n' roll yang mereka mainkan dianggap sebagai gaya "kebarat-baratan" atau sering disebut dengan istilah "ngak-ngik-ngok", yang pada masa itu dilarang oleh Presiden Sukarno karena dianggap dapat merusak kepribadian bangsa.

Namun, kegelapan masa penjara justru melahirkan karya-karya emas. Di balik jeruji besi, mereka menciptakan sejumlah lagu legendaris yang sarat dengan pesan sosial dan spiritual. Beberapa di antaranya adalah Di Dalam Bui, Jadikan Aku Dombamu,  Untuk Ayah dan Ibu, lagu-lagu yang hingga kini masih tetap dikenang dan dinikmati.

Perubahan Formasi dan Lahirnya Koes Plus

Setelah keluar dari penjara, grup ini menghadapi perubahan besar. Konflik internal muncul terkait komitmen dalam bermusik: Tonny ingin fokus sepenuhnya pada dunia musik, sedangkan Nomo memilih untuk menjalankan bisnis. Akhirnya, Nomo memutuskan untuk keluar dari grup.

Pada tahun 1969, posisi drummer yang ditinggalkan Nomo diisi oleh Murry (yang bukan saudara kandung mereka). Dengan perubahan formasi ini, nama grup pun diubah menjadi Koes Plus. Meski nama dan formasi berubah, warisan serta pengaruh mereka dalam sejarah musik populer Indonesia tetap tak tergantikan.

BACA JUGA:Love Is Smothing To Know, Beberapa Lagu Koes Bersaudara Tidak Beredar

Hingga kini, lagu -lagu Koes Bersaudara dan  Koes Plus tetap dikenang dan tetap menjadi salah satu grup musik paling berpengaruh di Indonesia, yang telah membuka jalan bagi banyak musisi muda untuk mengembangkan bakat dan karya mereka.***

 


 

Tags :
Kategori :

Terkait