Shalat, Tiang Kehidupan, Fondasi Iman yang Menopang Kokohnya Seorang Muslim

Senin 16-02-2026,12:43 WIB
Reporter : Panji Hanggara
Editor : Admin

Bogor, AktualNews- Shalat kerap disebut sebagai tiang agama. Ungkapan ini bukan sekadar kiasan, melainkan gambaran mendalam tentang betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Seperti halnya sebuah bangunan yang berdiri kokoh karena ditopang oleh tiang-tiang yang kuat, keimanan dan kualitas keberagamaan seseorang pun sangat ditentukan oleh bagaimana ia menjaga shalatnya.

Dalam ajaran Islam, shalat menempati posisi yang sangat fundamental. Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam sebuah hadits, “Barang siapa mendirikan shalat, maka ia telah mendirikan agama. Dan barang siapa meninggalkannya, maka ia telah meruntuhkan agama.” Pesan ini menegaskan bahwa shalat bukan hanya kewajiban rutin, tetapi penyangga utama tegaknya agama dalam diri seorang Muslim.

BACA JUGA:Tata Cara Sholat Tahajud dan Keutamaannya

Lebih dari itu, shalat adalah amal pertama yang akan dihisab kelak. Jika shalatnya baik, maka amalan lainnya akan mengikuti. Namun jika shalatnya rusak, maka amalan lain pun terancam tidak bernilai. Shalat juga berfungsi sebagai benteng moral yang mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, menjaga hati dan perilaku tetap berada di jalan yang lurus.

Prinsip ini sejalan dengan kaidah dasar dalam dunia teknik sipil. Sebuah bangunan yang kokoh sangat bergantung pada tiang, kolom, dan pilar sebagai elemen struktural vertikal. Tiang-tiang inilah yang menanggung beban atap, lantai, dan dinding, lalu menyalurkannya ke fondasi. Jika tiang rapuh atau rusak, maka bangunan berisiko runtuh, seindah dan semegah apa pun desainnya.

Analogi tersebut relevan dengan kehidupan manusia, khususnya bagi umat Islam. Shalat adalah “tiang” yang menopang keseluruhan bangunan iman. Ketika shalat dijaga dengan baik—tepat waktu, khusyuk, dan penuh kesadaran—maka pribadi seorang Muslim akan lebih kokoh dalam menghadapi ujian hidup. Sebaliknya, ketika shalat diabaikan, rapuh pula fondasi keimanan yang dimilikinya.

BACA JUGA:Keutamaan dan Doa Sholat Dhuha

Dengan demikian, menjaga shalat bukan hanya soal menjalankan kewajiban, tetapi tentang membangun dan mempertahankan kekokohan diri. Sebab, sebagaimana bangunan yang kuat bergantung pada tiangnya, manusia beriman pun akan tegak dan kokoh ketika shalat dijadikan fondasi utama dalam hidupnya.***

 

 

Tags :
Kategori :

Terkait