5 Korban Tewas Insiden Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor, PT ANTAM Tegaskan Lokasi di Area Non Operasional

Senin 19-01-2026,21:13 WIB
Reporter : Rangga Gumilar
Editor : Admin

Bogor , AktualNews – Insiden kepulan asap di kawasan Tambang Emas PT Aneka Tambang (ANTAM) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengakibatkan korban jiwa. Hingga Senin (19/1/2026), total korban meninggal dunia tercatat sebanyak lima orang.

Java Region CSR & ER Sub Division Head PT ANTAM, Agustinus Toko Susetio, menyampaikan bahwa PT ANTAM menempatkan aspek kemanusiaan dan keselamatan sebagai prioritas utama dalam proses penanganan dan evakuasi korban.

BACA JUGA:Kerja Keras Tim Antam dan SAR Gabungan, Dua Korban Tambang Pongkor Berhasil Dievakuasi

“Tim SAR gabungan telah melakukan evakuasi secara maksimal meskipun menghadapi tantangan berat. Tiga korban yang berhasil kami evakuasi merupakan warga, bukan pegawai maupun kontraktor ANTAM, dan berada di area non operasional yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung dengan risiko tinggi karena lokasi korban berada di medan yang sulit dijangkau dan berbahaya. Bahkan, dalam beberapa kesempatan tim evakuasi sempat tertimpa longsoran batu, sehingga setiap langkah dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas.

Selain medan berbahaya, tim evakuasi juga menghadapi kendala berupa tembok pengaman yang selama ini dibangun untuk mencegah aktivitas penambangan ilegal. Kondisi tersebut menyulitkan proses evakuasi, namun tetap diupayakan secara optimal dengan mengutamakan keselamatan.

“Seluruh korban yang telah dievakuasi sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Terkait kepulan asap, Agustinus menegaskan bahwa penyebabnya masih dalam proses investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang. Saat ini, kadar gas berbahaya seperti karbon monoksida masih terdeteksi berada di atas ambang batas di beberapa titik, meskipun kondisi asap dilaporkan mulai berkurang.

“Kami menunggu hasil investigasi yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan bertanggung jawab. ANTAM berkomitmen menjalankan penanganan ini secara profesional, humanis, dan selalu mengedepankan keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia menyebutkan, hingga saat ini total korban meninggal dunia berjumlah lima orang.

“Sebanyak tiga orang merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, yang dievakuasi oleh tim gabungan. Sementara dua orang lainnya merupakan warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang dievakuasi secara mandiri,” ungkap AKP Ucup.

Pihak kepolisian telah membuka posko siaga di Polsek Nanggung untuk menerima laporan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Selain itu, penyelidikan terkait penyebab munculnya kepulan asap masih terus dilakukan dengan melibatkan PT ANTAM dan Puslabfor Polri.

BACA JUGA:Dirut ANTAM Turun ke Lokasi, Verifikasi Kepulan Asap di Tambang Emas Pongkor

“Kami masih melakukan investigasi mendalam dan akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” pungkasnya.

PT ANTAM juga menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengamanan di seluruh wilayah operasional guna mencegah aktivitas penambangan ilegal tanpa izin (PETI).***

Tags :
Kategori :

Terkait