Respon Cepat ANTAM atas Kepulan Asap di Pongkor, Keselamatan Warga Prioritas

Minggu 18-01-2026,15:35 WIB
Reporter : Rangga Gumilar
Editor : Admin

Bogor , AktualNews - Munculnya kepulan asap di sekitar area tambang PT Aneka Tambang (ANTAM) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (14/1/2026), langsung menyita perhatian berbagai pihak. Tidak hanya masyarakat sekitar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor turut memantau perkembangan situasi di lapangan.

Merespons kondisi tersebut, PT ANTAM bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait untuk melakukan penelusuran dan pengecekan langsung ke lokasi.

BACA JUGA:Dirut ANTAM Turun ke Lokasi, Verifikasi Kepulan Asap di Tambang Emas Pongkor

Java Region CSR & ER Sub. Division Head PT ANTAM, Agustinus Toko Susetio, menjelaskan bahwa tim gabungan telah menelusuri hingga ke titik terdalam yang diduga menjadi sumber kepulan asap.

“Bersama APH, kami sudah masuk sejauh kurang lebih 150 meter dari titik awal menuju lokasi yang diduga sebagai sumber asap,” ujar Agustinus.

Berdasarkan informasi awal, terdapat dugaan sejumlah warga terjebak di dalam lubang tambang yang bukan merupakan wilayah tambang resmi ANTAM. Meski demikian, lokasi tersebut secara akses dapat dijangkau melalui area tambang ANTAM.

Proses evakuasi hingga saat ini masih belum dapat dilakukan lantaran kondisi asap di dalam lubang terpantau sangat tebal dan membahayakan keselamatan.

“Atas dasar kemanusiaan, PT ANTAM siap membantu proses evakuasi tanpa melihat status aktivitas PETI (Penambang Emas Tanpa Izin),” tegas Agustinus.

Ia menambahkan, informasi sementara menyebutkan terdapat enam orang warga asal Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, yang diduga berada di dalam lubang tersebut. Pihak ANTAM pun telah melakukan koordinasi intensif dengan masyarakat Desa Urug guna memastikan proses evakuasi dapat berjalan lancar, aman, dan cepat begitu kondisi memungkinkan.

Terkait penyebab munculnya kepulan asap, Agustinus menegaskan bahwa hingga kini belum dapat disimpulkan secara pasti. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan terbakarnya material kayu penyangga batuan di dalam lubang, namun kepastian tetap menunggu hasil penyelidikan resmi.

“Kami belum bisa memastikan penyebab asap karena perlu dilakukan pengecekan langsung ke dalam lubang, dan itu harus menunggu kondisi benar-benar aman. Saat ini kami menunggu hasil penyelidikan dari pihak APH,” jelasnya.

Sementara itu, Polres Bogor melalui Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, menyampaikan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan bersama Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus), Puslabfor Mabes Polri, Kapolres Bogor, serta pihak PT ANTAM.

“Pengecekan dilakukan di level 600, dan kadar CO₂ masih berada di angka sekitar 200 PPM. Dengan kondisi tersebut, evakuasi belum bisa dilakukan karena belum aman,” ujar AKP Ucup saat memberikan keterangan di Kantor ANTAM Nanggung, Jumat (16/1/2026).

BACA JUGA:Antam dan Bupati Bogor Tegaskan Isu Ledakan dan Ratusan Korban di Tambang Pongkor Tidak Benar

Sebagai langkah antisipasi dan pendataan, Polres Bogor akan mendirikan Posko Siaga Pengaduan di Polsek Nanggung, Polsek Cigudeg, dan Polsek Leuwiliang. Posko ini diperuntukkan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang diduga berada di dalam lubang tambang.

Tags :
Kategori :

Terkait