Bogor, AktualNews – Kepulan asap yang membungkus kawasan pertambangan emas PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, sejak Selasa malam (13/1/2026) sempat memicu kepanikan masyarakat setelah berita bohong tentang ratusan korban jiwa beredar viral. Namun kini terbongkar, tidak ada korban jiwa maupun luka, meskipun hasil pemeriksaan mengkonfirmasi adanya gas beracun yang mencapai kadar berbahaya.
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Nanggung menjadi salah satu pihak yang paling tegas menuntut transparansi dari semua pihak terkait, mengingat informasi yang tidak jelas telah memicu spekulasi meresahkan di tengah warga.
BACA JUGA:Kualitas Terbaik, Harga Hemat: PSB Frozen Food Luncurkan di Pasar Anyar Kota Bogor
"Kita tidak bisa menerima kabar yang berkeliaran sembarangan. Sampai saat ini, kami belum dapat data resmi tentang siapa saja yang mungkin terpapar, padahal kadar gas karbon monoksida (CO) mencapai 1.200 ppm – jauh di atas batas aman," tegas Ketua Terpilih DPK KNPI Kecamatan Nanggung, Koharudin, dalam jumpa pers Kamis (15/1).
Ia menambahkan, keterbukaan informasi bukan hanya untuk menghindari hoaks, tapi juga untuk memastikan langkah penanganan dan mitigasi bisa dilakukan secara tepat guna menjamin keamanan warga sekitar tambang.
Sebelumnya, video dan pesan yang menyebutkan "700 orang terjebak gas beracun, puluhan hingga ratusan meninggal" telah menyebar luas di media sosial dan grup WhatsApp. Kabar ini langsung dibantah oleh Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna.
"Angka 700 bukan jumlah korban, melainkan level kedalaman tambang yang terdampak. Seluruh karyawan resmi PT Antam dalam kondisi aman, dan tidak ada korban seperti yang diklaim," jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa tim gabungan telah melakukan pengecekan lokasi, namun proses penyelidikan terkendala kondisi asap yang masih menyelimuti beberapa lubang tambang. Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh longsor.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati Rudy Susmanto segera merespons kejadian ini dengan memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemantauan intensif.
"Kami telah koordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan, kepolisian, dan PT Antam. Keamanan masyarakat dan lingkungan adalah prioritas utama. Kami akan terus memberikan update perkembangan terkini," ujar Bupati Rudy dalam konferensi pers darurat.
Sementara itu, Manajemen PT Antam UBPE Pongkor melalui General Manager Nilus Rahmat menjelaskan bahwa penyebab kepulan asap adalah terbakarnya material kayu penyangga di dalam tambang, yang menyebabkan peningkatan kadar gas CO.
"Kami telah menghentikan aktivitas sementara di area terdampak dan mengaktifkan sistem ventilasi guna menurunkan kadar gas hingga aman. Seluruh prosedur keselamatan telah diterapkan," ungkap Nilus.
KNPI Kecamatan Nanggung menyatakan kesiapannya untuk membantu proses pendataan dan pendampingan jika terdapat warga yang terdampak. Mereka juga akan terus mengawal perkembangan kejadian ini agar hak-hak masyarakat tetap terlindungi.