APF Canada Gelar CIAC 2026 di Singapura, Bahas Ketahanan Pangan dan Peluang ICA-CEPA

APF Canada Gelar CIAC 2026 di Singapura, Bahas Ketahanan Pangan dan Peluang ICA-CEPA

--

Singapura, AktualNews -Asia Pacific Foundation of Canada (APF Canada) sukses menyelenggarakan Canada-in-Asia Conference 2026 (CIAC 2026) di Singapura pada 10–11 Februari 2026. Konferensi ini menghadirkan lebih dari 700 pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, investor, dan pakar dari Kanada serta berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Forum ini menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi antara Kanada dan negara-negara Asia di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.

CIAC 2026 mengangkat tiga pilar utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pembangunan infrastruktur. 

BACA JUGA:Indonesia–Prancis Luncurkan FORTRIZ di IPB, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Selain itu, forum ini membahas peluang kemitraan strategis melalui penyelarasan kebijakan, peningkatan investasi, dan kolaborasi lintas negara guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik.

Sejumlah perwakilan Indonesia turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Devi Erna Rachmawati, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Djatmiko B. Witjaksono, serta CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.

Dalam keterangannya, Devi Erna Rachmawati menyampaikan optimismenya terhadap peluang Indonesia dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA).

“Diskusi dalam Canada-in-Asia Conference sangat relevan dan tepat waktu. Kadin memiliki sejumlah strategi untuk memaksimalkan implementasi ICA-CEPA, di antaranya melalui pembinaan UMKM agar mampu menembus pasar Kanada,” ujarnya.

Sementara itu, Djatmiko B. Witjakson menegaskan bahwa pemanfaatan peluang dalam ICA-CEPA sangat bergantung pada kesiapan pelaku usaha dan industri nasional dalam memenuhi standar pasar Kanada.

BACA JUGA:Bakamla RI Perkuat Kerja Sama Keamanan Laut di Forum HACGAM 2025 Sydney

“Pemerintah terus mendorong berbagai strategi agar UMKM Indonesia mampu menembus pasar Kanada, termasuk melalui pembinaan berkelanjutan. Pelaku usaha dituntut menghadirkan produk dengan kemasan yang baik, memenuhi standar keamanan dan keselamatan, serta menjaga konsistensi kualitas. Hal ini memerlukan dukungan permodalan dan pendampingan berkelanjutan agar peluang ICA-CEPA dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.***

Share
Berita Lainnya